2. Kondisi Geografis
Artikel ini adalah lanjutan dari Manajemen Pendakian Gunung Lemongan
Kondisi alam yang harus Anda perhatikan sebelum mendaki Gn. Lemongan adalah medan yang berat. Beratnya medan tersebut didukung dengan tidak adanya sumber air di jalur pendakian ke Gn. Lemongan. Berdasarkan kondisi alamnya, kami telah merangkum empat kondisi geografis yang perlu Anda ketahui.
Pertama, dari Pesanggrahan, Anda akan melewati jalan setapak landai yang masih 'bersahabat' dengan kaki Anda. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih setengah jam, sebelum Anda sampai di suatu tanjakan yang berarti Anda telah masuk di areal kedua, yaitu savana.
Di savana ini, Anda akan disuguhi dengan rerumputan yang sangat luas ditemani dengan hembusan angin malam yang kerap kali menyejukkan tubuh yang sedang berkeringat. Selama kurang lebih satu jam perjalanan di sepanjang savana, Anda akan sampai di Pos I "Watu Gedhe". Di Pos I ini, Anda dapat beristirahat sejenak sampai kira-kira pukul 1:00 untuk selanjutnya melanjutkan pendakian menuju puncak. Anda masih akan melintasi jalur savana di atas tangga batu alam yang tersusun secara alami.
Setelah kurang lebih setengah jam melintasi tangga batu alam, Anda akan sampai di medan ketiga yaitu Laharan. Seperti namanya, areal ini dipenuhi dengan pasir dan bebatuan vulkanik hasil muntahan lava Gn. Lemongan ratusan tahun yang lalu. Di areal terbuka ini, kesiapan fisik Anda akan diuji dengan kemiringan dan longsoran pijakan yang membuat Anda menjadi putus asa. Belum lagi longsoran dari pijakan rekan yang mendahului Anda dapat pula melukai Anda yang berada di bawahnya. Berdasarkan pengalaman para pendaki yang nyaris putus asa, maka tanjakan ini memiliki sebutan 'Tanjakan Putus Asa'.
Setelah berhasil melewati tanjakan putus asa, Anda akan sampai di Pos II. "Gerbang". Nama pos ini diambil berdasarkan lokasi yang memang tepat berada di antara laharan dan hutan basah. Kami menganjurkan Anda untuk tidak berlama-lama istirahat di tempat ini, karena terpaan angin sangat membuat diri kita kedinginan. Di samping itu, sisa makanan pendaki mengundang banyak semut merah yang, sepertinya, memiliki sarang tepat di pos tersebut. Dari hutan basah menuju puncak, perjalanan Anda akan memakan waktu sekitar dua jam dengan jalur yang tak kalah sulit seperti di laharan. Jalur di hutan ini memiliki kemiringan sampai mendekati 90° dengan ranting dan bebatuan yang kerap kali membutuhkan tenaga ekstra untuk melewatinya.
Dari keempat kondisi di atas, ini berarti bahwa Anda harus mempersiapkan mental, fisik, dan logistik Anda secara matang. Dalam hal logistik, air dan konsumsinya yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan secara matang, mengingat tidak ada sumber di jalur pendakian Gn. Lemongan ini.
Artikel selanjutnya:
No comments:
Post a Comment