4. Jalur
Artikel ini adalah bagian dari artikel Manajemen Pendakian Gunung Lemongan
Pemahaman terhadap jalur pendakian suatu gunung tentunya sangat penting untuk mempersiapkan, terutama, fisik kita. Meskipun hanya memiliki ketinggian 1671 meter, kesiapan fisik harus Anda perhatikan betul ketika akan mendaki Gunung Lemongan.
Seperti yang telah kami tuliskan dalam artikel Kondisi Geografis Gunung Lemongan, ada empat kondisi alam yang dua diantaranya akan 'menyambut' Anda dengan kata "Selamat datang di Gunung 'cilik' Lemongan". Bagaimana tidak? Trek gunung ini akan menguji kesiapan fisik, dan juga mental Anda. Di sisi lain, pendakian Gunung Lemongan umumnya dilakukan pada malam hari. Kondisi ini tentunya membuat Anda harus berhati-hati dan teliti dalam memilih jalur pendakian, terutama ketika Anda menemukan persimpangan.
Pertama, dari Pesanggrahan menuju Pos Watu Gedhe (WG), perjalanan memakan waktu sekitar 60-90 menit. Ambillah selalu jalur kanan ketika Anda menemukan persimpangan. Persimpangan pertama berada di beberapa meter setelah rest point Watu Silang. Nama tempat istirahat ini diambil dari sebuah batu yang diberi tanda silang (X) untuk menunjukkan bahwa ini bukan jalur pendakian, maka Anda harus mengambil jalur kanan. Setelah itu, Anda akan sampai di bebatuan di mana jalur pendakian tersamarkan oleh batu-batu yang beserakan yang dinamai Watu Telek (Batu Tahi). Di sini, Anda harus berjalan lurus sekitar 20 meter mengikuti tanda biru yang sudah mulai memudar sampai menemukan jalur kembali.
Kedua, pada jalur Laharan menuju Pos Gerbang (PG), pengambilan jalur kanan ini masih tetap berlaku. Selain jalur laharan ini memiliki banyak persimpangan, jalur sebelah kanan lebih mudah untuk dilewati. Meskipun persimpangan yang ada di sepanjang laharan ini tidak terlalu menyesatkan, jalur sebelah kiri sangat mudah longsor, sehingga Anda akan kesulitan untuk melewatinya. Maka ambillah jalur kanan. Namun ketika turun, Anda bebas memilih mana jalur yang dikehendaki. Jika ingin cepat sampai, pilihlah jalur kanan (ketika turun). Namun jalur ini akan menguji kekuatan sepatu, dan keseimbangan Anda untuk meluncur turun.
Nah yang terakhir, jalur dari PG menuju puncak berbeda dengan jalur sebelumnya, di mana Anda kali ini harus mengambil jalur kiri ketika menemukan persimpangan. Ada dua persimpangan di jalur Hutan Basah ini. Persimpangan pertama tepat berada di Guci (dispenser keramik penampung air). Ketika Anda menemukan benda ini, beloklah ke kiri. Meskipun pada akhirnya dua jalur ini bertemu, jalur yang lurus terdapat banyak tanaman yang lebat, sehingga Anda akan berjalan sedikit lebih sulit. Selain itu, jalur ini kerap dijadikan 'jamban' oleh para pendaki.
Ada satu persimpangan lagi di suatu dataran yang terbuka yang sering digunakan untuk beristirahat sejenak, 'Latar Ombo' sebutannya. Di tempat ini Anda akan menemukan persimpangan antara lurus dan belok ke kiri. Jalur ke kiri adalah jalur yang benar. Saya tidak tahu pasti arah jalur yang lurus tersebut. Kemungkinan, itu adalah jalur lama yang sudah tidak pernah dilewati pendaki dan saya yakin jalan sudah tertutup oleh semak-semak. Persimpangan adalah yang terakhir. Untuk sampai di puncak, Anda masih harus berjalan lagi kira-kira 30 menit.
Anda bisa mendownload peta jalur pendakian Gunung Lemongan di sini.
Ada satu persimpangan lagi di suatu dataran yang terbuka yang sering digunakan untuk beristirahat sejenak, 'Latar Ombo' sebutannya. Di tempat ini Anda akan menemukan persimpangan antara lurus dan belok ke kiri. Jalur ke kiri adalah jalur yang benar. Saya tidak tahu pasti arah jalur yang lurus tersebut. Kemungkinan, itu adalah jalur lama yang sudah tidak pernah dilewati pendaki dan saya yakin jalan sudah tertutup oleh semak-semak. Persimpangan adalah yang terakhir. Untuk sampai di puncak, Anda masih harus berjalan lagi kira-kira 30 menit.
Anda bisa mendownload peta jalur pendakian Gunung Lemongan di sini.
No comments:
Post a Comment