3. Kebudayaan
Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Manajemen Pendakian Gunung Lemongan
Dalam mempersiapkan suatu pendakian, pendekatan kebudayaan juga sangat penting untuk dilakukan. Sebagai contoh, pendaki dilarang membawa telur ketika akan mendaki gunung di pulau Bali. Alasan larangan tersebut berdasarkan kepercayaan masyarakat Bali bahwa telur merupakan.... Lalu apa yang harus kita perhatikan saat mendaki Gn. Lemongan? Masyarakat di sekitar Gn. Lemongan sangat kental dengan kebudayaan Madura. Meskipun demikian, unsur kebudayaan Jawa juga tak kalah kental walau hanya ada satu tempat yang menjadi wujud eksistensi kebudayaan Jawa dan Kejawennya -- Pesanggrahan.
Perlu Anda ketahui bahwa Paseban Agung Sunyoruri (Pesanggrahan) tak pernah absen menggelar pertunjukan wayang sebagai puncak acara dari beberapa ritual yang dilakukan pada saat malam satu Sura (1 Muharram tahun Hijriyah). Acara ini selalu dihadiri masyarakat penganut Kejawen dari berbagai daerah di Pulau Jawa, dan juga masyarakat Hindu yang mayoritas berasal dari Bali. Kekentalan unsur budaya Jawa inilah yang sebaiknya kita perhatikan untuk menjaga tutur kata kita ketika mendaki Gn. Lemongan, di mana masyarakat Jawa sangat berhubungan erat dengan tutur kata yang sangat lembut dan sopan.
Hal lain yang harus Anda pahami betul adalah membuang sampah pada tempatnya, atau bahasa pendakinya disebut leave no trace. Jangan sekali-kali Anda meninggalkan sampah, apalagi melemparkannya ke sembarang tempat. Sudah banyak cerita tentang kejadian-kejadian aneh yang mengganggu pendaki Gn. Lemongan yang meninggalkan sampah di areal gunung ini. Cerita detailnya akan saya paparkan di artikel berikutnya.
Ada suatu pantangan yang harus Anda perhatikan ketika mendaki Gn. Lemongan. Jika Anda atau rekan Anda sedang mengalami menstruasi, kami anjurkan Anda untuk stay maksimal di Pos Watu Gedhe. Dari sisi medis, kekuatan fisik wanita akan menurun ketika sedang haid. Jika rekan Anda yang sedang mens memaksakan diri untuk 'muncak' kemungkinan besar Anda akan 'menuntunnya', baik ketika mendaki maupun turun. Kasus seperti ini telah sering menimpa pendaki atau rekannya yang memaksakan untuk mendaki ketika dalam keadaan 'tidak suci'. Pengalaman para pendaki juga perlu kita jadikan pelajaran untuk menghindari hal serupa yang pernah dialami sebelumnya.
No comments:
Post a Comment