Gunung Lemongan (Nama resmi vulkanologi: Gunung Lamongan) adalah sebuah gunung yang berada di Kabupaten Lumajang, Kecamatan Klakah, Jawa Timur. Gunung ini merupakan gunung bertipe maar yang memiliki 27 kawah berbentuk ranu. Tiga ranu yang paling besar diantaranya: Ranu Klakah, Ranu Pakis, dan Ranu Bedali.
Sebelum melakukan pendakian ke Gunung Lemongan, pastikan bahwa Anda telah memiliki referensi yang pasti. Hal ini sangat penting bagi Anda untuk melakukan perjalanan yang efisien. Dalam kata lain, Anda merasa nyaman dalam melakukan pendakian dalam hal persiapan fisik, logistik, transportasi, dan tentunya dalam hal finansial sebelum melakukan perjalanan atau pendakian. Berikut kami merangkum hal-hal yang harus Anda pahami dan persiapkan sebelum melakukan perjalanan, khususnya ke Gunung Lemongan.
1. Lokasi
Sebenarnya, kini masyarakat telah dimudahkan layanan Google Maps untuk mengetahui letak suatu tempat. Namun, ada hal kecil yang sangat penting yang saat ini belum bisa Anda temukan di layanan peta digital tersebut. Oke, kembali ke topik Gn. Lemongan. Ada dua jalur utama yang bisa Anda tempuh untuk menuju ke Gunung Lemongan. Pertama, jika Anda naik kendaraan umum dari arah Surabaya dan sekitarnya, ambillah bus dengan jurusan Jember dan turun di 'Pelawangan Klakah'. Lokasi ini tentunya juga sebagai tujuan Anda, jika Anda dari daerah Banyuwangi dan sekitarnya naiklah bus jurusan Malang atau Surabaya dan turunlah di tempat yang telah kami sebutkan di atas. Perlu diketahui bahwa di Pelawangan Klakah terdapat sebuah patung pahlawan nasional, Kapt. Soewandak, berjajar dengan perlintasan rel kereta api .
Sebenarnya, kini masyarakat telah dimudahkan layanan Google Maps untuk mengetahui letak suatu tempat. Namun, ada hal kecil yang sangat penting yang saat ini belum bisa Anda temukan di layanan peta digital tersebut. Oke, kembali ke topik Gn. Lemongan. Ada dua jalur utama yang bisa Anda tempuh untuk menuju ke Gunung Lemongan. Pertama, jika Anda naik kendaraan umum dari arah Surabaya dan sekitarnya, ambillah bus dengan jurusan Jember dan turun di 'Pelawangan Klakah'. Lokasi ini tentunya juga sebagai tujuan Anda, jika Anda dari daerah Banyuwangi dan sekitarnya naiklah bus jurusan Malang atau Surabaya dan turunlah di tempat yang telah kami sebutkan di atas. Perlu diketahui bahwa di Pelawangan Klakah terdapat sebuah patung pahlawan nasional, Kapt. Soewandak, berjajar dengan perlintasan rel kereta api .
Pergi menggunakan kereta api (KA) juga lebih mudah. Anda tinggal mencari KA yang bisa turun di Stasiun Klakah yang berjarak hanya puluhan meter dari Pelawangan. Namun, perlu Anda perhatikan bahwa KA jarang berhenti di stasiun ini. Jadi, sebelum memutuskan untuk menggunakan KA, pastikan terlebih dahulu bahwa KA yang akan Anda tumpangi akan berhenti di Stasiun Klakah.
Kendala yang muncul ketika Anda memutuskan untuk menggunakan transportasi umum adalah sulitnya menemukan angkutan (lagi) yang akan mengantarkan Anda masuk ke kawasan Gn. Lemongan. Dengan kata lain, Anda harus berjalan kaki ke arah timur sejauh kurang lebih 3Km menuju tempat yang bernama Paseban Agung Sunyoruri, atau lebih dikenal dengan sebutan 'Pesanggrahan'.
Nah, jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, motor misalnya, Anda dapat secara langsung menuju ke TKP. Namun, satu hal yang harus Anda perhatikan betul-betul yaitu, Anda harus menitipkannya di salah satu rumah milik ketua RW (Pak Kampung) untuk menjamin keamanan kendaraan Anda. Jangan sekali-kali memparkir kendaraan Anda di Pesanggrahan, jika Anda tidak ingin pulang jalan kaki. Ya, saya dapat memastikan kendaraan Anda akan dicuri. Inilah yang saya maksud bahwa Google Maps tidak bisa membantu Anda dengan layanan yang sangat mendetail. Anda bisa saja memparkir kendaraan Anda di Pesanggrahan, karena lokasi asli dan pencitraan Google Maps akan sama-sama menunjukkan bahwa Pesanggrahan Mbah Citro ini seperti sebuah lahan untuk parkir.
2. Kondisi Geografis
Beberapa kondisi alam yang harus Anda ketahui sebelum mendaki Gn. Lemongan salah satunya adalah medan yang berat. Baca selengkapnya di sini
3. Budaya
Dalam mempersiapkan suatu pendakian, pendekatan kebudayaan juga sangat penting untuk dilakukan. Sebagai contoh, seorang pendaki dilarang keras membawa telur ketika akan mendaki gunung di Pulau Bali.
Baca selengkapnya di sini
4. Jalur
Pemahaman terhadap jalur pendakian suatu gunung tentunya sangat penting untuk mempersiapkan, terutama, fisik kita.
Baca selengkapnya di:
No comments:
Post a Comment